Soul

Setiap Orang Punya Cara Masing-masing untuk Ekspresikan Rasa Duka

Jakarta (KABARIN) - Psikolog anak dan keluarga lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Sani B. Hermawan P.Si mengatakan setiap individu memiliki cara masing-masing untuk mengekspresikan dan pemenuhan rasa duka dengan melalui bertemu rekan atau kerabat, atau dengan mengunggah ke media sosial.

"Bagaimana cara pemenuhan atau pengekspresian rasa dukanya itu berkaitan dengan pada akhirnya diri setiap orang, jadi bahwa ada orang merasa itu lebih pas atau lebih cocok atau yang lebih menguatkan itu seperti apa tergantung orangnya," kata Sani kepada ANTARA, Selasa.

Sani mengatakan ekspresi kedukaan bisa dilakukan dengan menemui keluarga yang sedang berduka untuk menyampaikan bela sungkawa, atau dengan menunjukkan bentuk kehilangannya melalui unggahan di media sosial.

Mengekspresikan rasa duka ke media sosial biasanya dilakukan untuk menunjukkan kekuatan kedukaan atas kehilangan sebagai bentuk sayang atau bentuk hubungan yang sangat dekat sehingga orang tersebut ingin membagikan rasa berduka kepada orang lain.

Sani mengatakan membagikan momen kedukaan di media sosial merupakan hal yang wajar selama tidak menyakiti atau membuat orang merasa tidak nyaman dan berpikiran negatif.

"Selama itu baik bahkan mengingatkan orang itu baik, positif, itu menurut saya wajar dan justru malah membangun image yang lebih positif, orang yang enggak tahu jadi tahu, orang yang enggak mengagumi jadi mengagumi, dan sebagainya," katanya.

Sani mengatakan jika bentuk kedukaan dari pihak keluarga adalah dengan tidak membagikannya lewat media sosial juga sepenuhnya merupakan hak dari masing-masing, karena setiap orang memiliki cara untuk mengekspresikan hubungan keluarga atau kerabat.

Yang terpenting, kata Sani adalah membiarkan pihak keluarga terutama orang terdekat dari almarhum untuk menuntaskan kedukaannya sebagai bagian dari proses grieving.

"Momen selama setahun itu momen berat walaupun fase terberat itu ada 3 bulan pertama, diharapkan orang yang kehilangan bisa menyelesaikan dulu secara emosionalnya baru kemudian coping mekanismenya baru ke kegiatan lain, jadi ya gimana cara dia bisa menangis, bisa diberikan ruang untuk bersedih, berduka itu penting banget untuk supaya mentuntaskan kedukaannya," kata Sani.

Ia juga menyarankan pada masa berkabung bisa dilakukan dengan menulis jurnal untuk menumpahkan isi pikiran ke dalam buku, melakukan konseling, teknik pernapasan dan juga bisa melakukan langkah spiritual agar lebih bisa mengontrol emosi pada masa berduka.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: